Dear Diary, Bangsaku makin hari kian menyedihkan. Kaum Elite semakin elite kaum bawah semakin tak terjamah. Itu yang terbesit dalam ukiran imajiku.
Haruskah melawan sebuah metode jaman yang sudah berjalan berpuluh bahkan beratus ratus tahun. Sejak Merdeka dan Sejak Aku terlahir. Aku bersyukur dilahirkan di tengah masyarakat yang berkecukupan. Akan tetapi rasa syukurku ini haruskah aku salurkan ke saudaraku yang tidak seberuntung diriku.
Sungguh menyayat hati melihat saudara kita yang belum mendapatkan pendidikan. Alasan yang selalu sama “Tidak Ada Biaya”. Musti semahal itukah pendidikan di dunia ini??? Sumber Daya Professional kah yang sedang giat dikejar Para Pemimpin.
Hey Bung, Mereka sama. Mereka lebih Professional dibanding denganmu, Mereka belum beruntung. Rendahkanlah kepalamu untuk menenggok Nasib mereka. Inikah yang disebut dengan Sumber Daya Professional dan Tanggung Jawab Bagi Pemerintahan Indonesia.
Tak sedikitpun terpikirkan untuk membebaskan kebodohan dan kemiskinan di bangsa sendiri. 20 tahun lebih aku dilahirkan dan dibesarkan di Negara Republik Indonesa, 20 Tahun lebih pula aku melihat masih ada saudara sebangsa yang belum mengecam pendidikan. Indonesia Negar Maju Indonesia Negara Berpendidikan, Buktikanlah wahai para pemimpinku.
Sumber Daya Professional dan Tanggung Jawab Bagi Pemerintahan Indonesia
