Dear Diary, Wahai engkau yang duduk di kursi empuk Kerjamu Hanya Duduk diam berpangku tangan. Ngobrol Seputar Bisnis kotor. Wahai saudara yang salah duduk jabatan. Inikah obrolanmu, Obrolan seputar Dunia Koruptor tengik. Ingatkah engkau lahir dan besar dimana. Kuingatkan apa yang telah engkau lupakan.
Engkau lahir dibawah naungan bumi pertiwi, Sedihkah jikalau melihat Bumi yang telah melahirkanmu merintih kesakitan. Sadarkah apa yang telah engkau lakukan. Duduk manis menggali uang kaum miskin.
Hai saudara kaum neraka, Kerjamu Hanya Duduk diam berpangku tangan. Ngobrol Seputar Bisnis kotor. Cobalah memandang Rakyat jelata yang hanya bisa mengeluh dan mengeluh. Kekayaannya telah kau rampas, kebahagiannya kau permainkan. Seandainya engkau tahu itu. betapa Bahagianya Bangsa Ku Indonesia. Gaungan Rakyat serentak menolak kehadiranmu. Profesimu tak patut untuk di agungkan, Wahai Koruptor Sejati Kerjamu Hanya Duduk diam berpangku tangan. Ngobrol Seputar Bisnis kotor.
Makanlah uang kami sepuasnya sampai Tanah dan cacing membusukan hatimu sampai ke liang lahat. Tuhan Maha melihat, Seberapa besar Engkau bersembunyi dengan Obrolan mu untuk memeras dan menderitakan Kami.
Wahai sesama bangsa, Kita Berbeda agaknya engkau telah memilih jalan untuk memusuhiku. Tanpa harus Meng-Enyahkanmu, sejatinya dirimu sudah Musnah dari Indahnya Surgawi.
